Malam itu hujan turun perlahan

Malam itu hujan turun perlahan. Seorang pemuda duduk sendiri di kamar sempitnya sambil menatap layar ponsel tanpa arah. Media sosialnya ramai, temannya banyak, hidupnya terlihat bahagia. Tetapi di balik semua itu, hatinya terasa kosong. Setiap malam ia sulit tidur. Ada rasa gelisah yang tidak bisa dijelaskan. Hingga suatu malam, saat sedang menggulir video pendek, terdengar lantunan ayat Al-Qur’an: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” Ia terdiam. Dadanya terasa sesak. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa Allah sedang menegurnya. Ia teringat masa kecil ketika rajin mengaji dan shalat berjamaah bersama keluarganya. Dulu hidupnya sederhana, tetapi hatinya tenang. Air matanya jatuh perlahan. Malam itu ia mematikan musik dari ponselnya lalu mencoba shalat. Bacaan doanya terbata-bata, tetapi di dalam sujudnya ia menangis. “Ya Allah, izinkan aku kembali.” Sejak saat itu hidupnya mulai berubah sedikit demi sedikit. Ia belajar menjaga shalat, mengurangi hal sia-sia, dan membuka Al-Qur’an walau hanya beberapa ayat setiap malam. Perjalanannya tidak mudah. Ia masih sering jatuh dalam kesalahan yang sama. Namun kini ia selalu mencoba bangkit dan kembali kepada Allah. Ia akhirnya memahami satu hal: hijrah bukan tentang langsung menjadi sempurna. Hijrah adalah tentang terus melangkah menuju Allah meski perlahan. Karena sejauh apa pun manusia pergi, pintu ampunan Allah selalu terbuka. Follow untuk konten menarik lainnya
0:00 / 0:00
Share
← Return to Studio